4 Tahap yang Berjalan Berulang
Berbeda dari alur pendaftaran yang dilalui sekali, keempat tahap ini adalah satu siklus: setelah lulus tes perpindahan surah, santri kembali ke tahap pertama untuk surah berikutnya.
- 1Tahap 1Rutin tiap pekan
Masuk Sesuai Jadwal KBM
Santri hadir pada sesi dan hari belajar yang sudah ditetapkan — siang, sore, atau malam. Kehadiran dicatat pengajar setiap pertemuan dan dapat dilihat wali dari akunnya. Bila anak berhalangan hadir, wali mengabarkan lebih dahulu melalui grup WhatsApp kelas.
- 2Tahap 2Bersama pengajar TLA
Setoran Berkala & Perbaikan Bacaan pada Pengajar TLA
Di setiap pertemuan santri menyetorkan hafalan baru (ziyadah) dan mengulang hafalan lama (murojaah) kepada pengajarnya, sekaligus memperbaiki bacaan — makhraj, tajwid, dan kelancaran. Capaian tahfizh dan capaian tahsin dicatat pengajar setiap kali setoran, sehingga perkembangan anak terbaca dari pekan ke pekan.
- 3Tahap 3Oleh orang tua/wali
Wali Mengirim Pesan Pengingat kepada Penguji
Ketika hafalan satu surah dinilai sudah siap, orang tua/wali mengirim pesan pengingat kepada penguji TLA pada waktu yang telah ditentukan untuk menjadwalkan tes. Peran wali di tahap ini disengaja: keterlibatan orang tua ikut menjaga ritme murojaah anak di rumah.
- 4Tahap 4Oleh penguji
Tes Perpindahan Surah
Santri diuji oleh penguji — bukan oleh pengajarnya sendiri — untuk memastikan hafalan satu surah benar-benar mantap sebelum berpindah ke surah berikutnya. Hasil beserta catatan perbaikan per aspek bacaan tercatat pada lembar penilaian yang dapat dibuka wali kapan saja.
Kegiatan Belajar Sehari-hari
1 Juz Selama 1 Tahun
Siklus di atas dijalankan dengan target 1 juz per tahun. Jenjang hafalan TLA dimulai dari lima juz terakhir mushaf (Juz 30 sampai Juz 26), lalu dilanjutkan ke lima juz pertama (Juz 1 sampai Juz 5) — rinciannya dapat dilihat pada jenjang hafalan TLA. Kecepatan setiap anak tentu berbeda; target ini menjadi acuan pengajar, bukan patokan yang memaksa.
Perlu diketahui